March 24, 2016

Townhouse Ibu Dian - Surabaya


Project : Rumah Ibu Dian
Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Luas lahan : 60 m2
Tahun : 2013

Lahan sempit yang hanya berukuran 6x10m ini merupakan isu utama dalam perencanaan rumah ini. Tetapi penghuni yang sedikit (ayah, ibu, dan 1 anak) membuat lahan menjadi terasa tidak terlalu overload dengan banyaknya jumlah penghuni. Dengan alasan itu, maka kami merencanakan rumah ini dengan konsep townhouse.

Pengertian townhouse yang kami tekankan disini adalah pada perencanaan luas ruang-ruang dalam rumah yang pas/cukup dengan kebutuhan penghuni, tidak lebih dan tidak kurang. Lebih tepatnya 'fungsional, efektif, dan efisien'. Konsep townhouse semakin kuat karena posisi site berada di kota surabaya, dan penghuni yang kegiatan utamanya berada di luar rumah. Ayah dan ibu bekerja di luar, sedangkan anak sekolah. Sehingga kegiatan keluarga di rumah hanya pada waktu malam dan pagi sebelum jam kantor.



Pada denah lantai satu, karena keterbatasan lahan, maka ruang publik berupa ruang tamu digabungkan dengan teras di depan rumah dan menghadap taman berupa dinding tanaman rambat. Maka bila ada tamu yang tidak ada hubungan keluarga atau bukan teman dekat, maka cukup di terima di teras saja. Sedangkan bila tamu adalah keluarga atau teman dekat, maka bisa diterima di dalam rumah di ruang keluarga.

Untuk Masuk ke dalam rumah ada dua akses pintu, yaitu dari teras depan (sebagai pintu utama) dan dari carport (sebagai pintu samping). Di dalam rumah ada ruang keluarga dan pantry (digabung ruang makan) sebagai zona semi publik dan kamar mandi di belakang sebagai zona privat. Taman belakang rumah bertujuan untuk sirkulasi udara segar dan pencahayaan alami, dan juga sebagai 'visual pleasing'. Jadi, taman bukan lah sebuah ruang sisa, tetapi ruang yang ada maksud dan tujuannya untuk menunjang kesehatan penghuninya. Hal ini penting untuk ditekankan karena bukan berarti taman dan bukaan harus dihilangkan hanya karena sempitnya lahan. Salah satu prinsip rumah lahan sempit adalah bukaan untuk udara dan cahaya alami harus tetap ada meskipun itu sedikit.

Sedangkan pada lantai dua adalah zona privat berupa dua kamar, musholla, dan void. Void berfungsi (1) untuk aliran udara dari lantai bawah ke atas agar tidak panas, (2) Agar penghuni di lantai 1 dan 2 bisa saling berkomunikasi, (3) Agar lantai 1 terasa lapang dengan tingginya plafon di void.

Untuk fasad rumah, menggunakan tema tekstur kayu sebagai point interest utama, dan didukung oleh finishing plester kamprat dan cat putih. Dan bentuk kotak pada bagian mushola yang difinish tekstur kayu bertujuan sebagai kesan 'wow' dan pusat perhatian bagi fasad rumah.



--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

0 comments:

Post a Comment