March 30, 2016

Mewujudkan Konsep Rumah Ramah Lingkungan


Rumah ramah lingkungan sejatinya bukan hanya sebuah nama, melainkan penerapan nyata dari konsep ramah lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari. Tidak melulu mengenai segala sesuatu yang hijau, ramah lingkungan juga terkait dengan energi dan penggunaannya. Karena itu, pemakaian energi, seperti listrik dan air berperan penting untuk mewujudkan konsep ini.

Konsep pengolahan energi tersebut dapat ditemui dalam rumah satu ini, kediaman Andoko Aribowo di Cibubur. Meskipun awalnya karena keadaan, Ari dibantu oleh arsitek, Wijoyo Hendromartono, berhasil menjadikan kediamannya menjadi ramah dan tidak membebani lingkungan. Untuk listrik, pria yang bergelut di bidang perminyakan ini menggunakan panel surya dan kincir angin. Di taman dan sekeliling rumah dibuat biopori serta sumur resapan. Air bekas cucian atau mandi (gray water) pun diolah kembali.


“Saya kerja di lepas pantai, hanya tidak bisa membayangkan, ketika meninggalkan keluarga dan terjadi mati lampu. Itu saja, saya berpikir bagaimana caranya mem-back up, tapi ide menggunakan genset saya tidak tertarik. Satu, karena asap, kemudian perawatan mesin juga harus dilakukan,” ujar Ari.

Sementara keputusannya untuk membuat sumur resapan dan biopori didasari oleh keadaan rumah yang tidak mendapat air PAM dan sekaligus di saat musim hujan rumahnya kebanjiran. Keputusan ini juga berkat saran arsitek, Wijoyo Hendromartono, “Saya menyarankan, karena kita sekian puluhan tahun lagi akan kesulitan air, jadi dari sekarang sudah harus bisa ‘menabung’ air. Artinya, dengan konsep atap cucuran, semua air dibuang ke tanah.”

Menurut Ari sendiri, terakhir kali dihitung, biopori di sekitar rumahnya mencapai 50 lubang. Selain itu, sumur resapan ada empat, satu di area belakang rumah digunakan untuk menampung gray water, serta di taman dan area luar untuk menampung air hujan.


Berbeda lagi dengan pemakaian listrik, di kediaman Ari saat ini bisa dibilang 50 persen listrik yang digunakan berasal dari produksi panel surya dan sisanya dari PLN. Panel surya sendiri Ari beli secara perlahan, awalnya dia mengumpulkan enam lembar panel surya 250 watt. Kini, panel surya di rumahnya mencapai total 4.600 watt, termasuk kincir angin. “Untuk panelnya saja, ada sekitar 3.600 watt dan itu belum termasuk yang kecil-kecil,” tuturnya. Sejak sistem dan mesin digunakan panel surya di rumahnya sudah memproduksi sekitar 900 kWH. Produksi dalam sehari sudah bisa mencapai 4.000 watt, “Saya pernah mengalami panel surya produki dalam satu hari mencapai 13,5 kWH.”


Panel surya di kediamannya pun sudah diintegrasikan dengan sistem smart grid, PLN, dan baterai. Dengan sistem ini, listrik dari panel surya, PLN, dan yang tersimpan di baterai dapat saling mendukung tanpa jeda untuk daya di rumah. Misal, bila di rumah sedang menggunakan listrik dari PLN lalu tiba-tiba listrik tersebut padam, daya dari baterai dapat mendukung dan menyuplai listrik ke rumah. Begitu pun sebaliknya.

Sistem ini juga membantu Ari untuk menentukan prioritas pemakaian listrik. Saat siang hari, listrik di rumah biasanya akan berasal dari produksi panel surya. Karena beban pemakaian yang rendah, kelebihan produksi panel surya dapat ia atur untuk disimpan di dalam baterai. Bila baterai sudah penuh, dia memilih untuk “menjual” kelebihan daya ke PLN.


“Menjual” ke PLN tidak berarti Ari mendapat sejumlah uang. Kelebihan produksi panel surya ini dapat dikirimkan ke PLN menggunakan sistem ekspor impor. “Pengertiannya, meteran dikurangi, misal saya pakai 100 dari PLN, saya produksi (listrik dari panel surya) 50, saya bayar dalam nominal uang 50. Sekarang tagihan listrik saya dari PLN 700.000 sekian, biasanya 1,3 juta lebih, lumayanlah menurun 600.000,” jelasnya. Sekalipun produksi listrik dari panel suryanya sudah surplus, menurut Ari karena rumahnya berinteraksi dengan PLN, berapa pun listrik yang dikirim, dia masih harus membayar abodemen.


Sementara dengan sistem Depth of Discharge (DoD), pemakaian baterai dapat dibatasi. Ari sendiri memilih hanya membiarkan baterai dipakai hingga 40 persen. Jika baterai sudah sampai batasnya, listrik dari PLN menggantikan sumber daya di rumah. Pengaturan ini penting karena pemakaian bisa memengaruhi umur baterai.

“Hampir 50 persen dari komponen sistem ini yang paling mahal baterainya. Karena saya menggunakan, saya bisa tahu dan saya merekomendasikan sebaiknya kalau mau pakai back up tidak perlu banyak-banyak. Minimal listrik PLN mati, lampu tetap menyala, tidak perlu AC dan lain-lain. Karena kalau lampu mati saat malam, rasa keamanan dan kenyamanan juga pasti berkurang,” ujarnya. Ari sendiri mem-back up hingga 50 persen sehingga dia memakai kapasitas baterai yang sama dalam sehari, total ada 24 baterai. Sementara harga, satu baterai berkisar 5-6 juta.


Ari yang mempelajari semua terkait panel surya secara otodidak ini juga bersemangat untuk terus mengefektifkan pemakaiannya. Terakhir, Ari sedang mencoba melakukan pengaturan agar sistem panel surya di rumahnya dapat diakses melalui smartphone. Dengan begitu, saat dia berada jauh, dia tetap bisa memantau produksi panel surya dalam satu hari dan mengetahui keadaan listrik di rumah.

“Belum banyak orang yang menggunakan panel surya. Karena itu, kita bisa saling share informasi, kelebihan dan kekurangannya. Kalau sekarang ini, saya harus foto sendiri dan itu pun tidak dalam bentuk grafik. Saya maunya dalam bentuk grafik sehingga saya bisa melihat seperti apa siklus dalam satu tahun. Kita juga bisa bandingkan, pencahayaan lokal bisa diketahui, misal rumah saya dan Anda berbeda karena matahari di rumah saya lebih gimana,” ujarnya. Dia juga menambahkan bila pola antara panel surya di satu rumah dan rumah yang lain sama, cuaca barangkali menjadi penyebabnya. Namun, bila polanya berbeda, ada faktor yang bisa diperbaiki sehingga panel surya semakin efektif.

Menerapkan konsep ramah lingkungan memang tidak mudah dan tentunya membutuhkan biaya, terutama untuk penggunaan panel surya. Namun, bila tertarik, tidak perlu lakukan ssemuanya sekaligus, lakukan secara perlahan dan dari yang termudah. Ari sendiri mengalami banyak trial dan error sebelum akhirnya bisa menikmati listrik, air, serta kondisi rumah seperti sekarang ini.

Kediaman: Andoko Aribowo, Cibubur
Arsitek: Wijoyo Hendromartono (SD+A Design)
Foto: Ahkamul Hakim, Dok. Andoko Aribowo, Azuwit Gani

Sumber
--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

March 25, 2016

Skylight House Bapak Eirsyad - Gresik


Project : Rumah Toko Bapak Eirsyad
Lokasi : Gresik, Jawa Timur
Luas lahan : 192 m2
Tahun : 2014

Rumah ini berada pada lahan yang menarik. Lahan berbentuk trapesium dengan lebar depan 12m, sedangkan  lebar belakang hanya 4m.

Untuk menyiasati hal ini, kami memulai desain dengan menempatkan satu jalan sirkulasi utama yang kami buat lurus menyesuaikan lebar belakang. Kemudian kami tempatkan ruangan di kanan dan kiri sirkulasi tersebut. Sirkulasi utama ini dikuatkan oleh peninggian atap dan pembedaan motif lantai.


Ruang keluarga dan ruang makan kami tempatkan di tengah agar mampu menjadi pusat berkumpul dan interaksi keluarga. Dengan demikian, keluarga bisa menjadi guyub dan akrab sehingga bisa memudahkan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. kemudian ruang makan didukung oleh dapur dan toko di tempatkan di depan.

Penempatan taman-taman di dalam rumah agar sirkulasi udara segar dan cahaya matahari bisa mudah masuk ke dalam rumah sehingga tidak ada sudut rumah yang lembab dan pengap. Bisa dilihat pada denah, tidak ada ruang yang tidak mempunyai jendela ke luar ruangan. Sekali lagi, taman bukanlah ruangan tersisa, tapi ruang yang mempunyai fungsi mendukung kesehatan penghuni dan menjadi penyedap pandangan mata.

Pada fasad, kami menggunakan material yang sederhana berupa dinding finish cat untuk menekan biaya. Sedangkan bata ekspos pada ruang tamu berperan sebagai pemanis.



--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

Fasad dinamis PAUD dan Balai RW Kalijudan - Surabaya


Project : Balai RW dan PAUD Kalijudan
Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Luas lahan : +-339 m2
Tahun : 2014

Balai RW ini adalah bangunan yang sudah ada namun belum difinish dinding dan lantainya. Permintaan Bapak RW adalah merencanakan desain PAUD nya. Fungsi balai RW adalah ruang serba guna, bisa dipakai ruang pertemuan dan kadang dipakai olahraga badminton. Sedangkan PAUD, karena terbatasnya lahan, maka hanya satu kantor guru dan satu ruang kosong yang besar.

Lantai 1 PAUD hanya terdiri kantor guru, ruang tunggu ortu/teras besar, dan ramp. Ramp dipilih sebagai akses ke lantai dua karena lebih aman untuk keselamatan anak kecil daripada tangga. Tapi resikonya ramp memakan lahan yang lebih luas. Lantai dua hanya terdapat ruang kosong yang luas. Dengan demikian pihak guru bisa berkreasi sendiri tata cara mereka mengajar. Kalau mereka ruang yang bersekat, maka tinggal diberi partisi dari gypsum board.

Desain paud kami buat dinamis dengan fasad depan yang miring, permainan kusen jendela, dan bentuk lantai dan bundar kolom lantai 1. Sebagaimana yang kita tahu, anak kecil lebih suka dan tertarik dengan hal yang dinamis dan sesuatu yang berwarna-warni. Oleh karena itu juga, fasad kami beri warna merah maroon. Untuk menyesuaikan dengan bangunan balai RW, maka balai RW kami tambahkan lisplank warna merah, dan permainan garis-garis yang selaras dengan fasad PAUD. Selain itu, huruf teks balai RW pada listplank juga akan memberi tambahan kesan elegan pada fasad.











--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

March 24, 2016

Fasad Hijau Yayasan Ibadullail Tahfizhul Quran - Gresik


Project : Pesantren Yayasan Ibadullail Tahfizhul Qur'an
Lokasi : Gresik, Jawa Timur
Luas lahan : 165 m2
Tahun : 2014

Pesantren tahfizhul qur'an ini berada di tengah pemukiman dengan lahan berbentuk L. Luas lahan 165 m2 namun lebar depan hanya 4.8m. Pesantren ini tujuan utamanya menampung para anak yatim yang dididik khusus untuk menjadi penghafal Al-Qur'an.

Lantai 1 berupa lobby, ruang kantor dan administrasi, ruang kumpul dan makan bersama, dapur, dan musholla. Kegiatan utama pesantren berada di musholla dan ruang kumpul/makan/belajar bersama. Khusus ruang kumpul belajar bersama, kami tempatkan pada tengah lahan berdekatan dengan void agar tampak sebagai ruang utama dan berkesan lebih luas.

Lantai 2 berupa ruang asrama para santri dan tempat tidur pengajar. Apabila jumlah santri semakin banyak dan sudah terasa sesak, maka bisa dibangun lantai 3 dengan zoning dan pembagian ruang yang sama dengan zoning lantai dua ini.

Meskipun lebar lahan hanya 4.8m yang mengakibatkan sirkulasi jalan menjadi melorong, kami tetap menempatkan taman dan bukaan di tengah-tengah lahan yang bertujuan untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami agar tidak ada bagian bangunan yang lembab dan gelap pada siang hari.

Untuk desain fasad, kami buat sederhana dengan tema bangunan yang berselimut tanaman. Pada bagian depan bangunan lantai dua, kami buat pot-pot horizontal dengan bahan dari cor beton. Desain fasad yang sederhana ini diharapkan juga bisa menjadi cermin kesederhanaan pesantren dengan renungannya kepada alam ciptaan Sang Khalik.
















--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

Townhouse Ibu Dian - Surabaya


Project : Rumah Ibu Dian
Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Luas lahan : 60 m2
Tahun : 2013

Lahan sempit yang hanya berukuran 6x10m ini merupakan isu utama dalam perencanaan rumah ini. Tetapi penghuni yang sedikit (ayah, ibu, dan 1 anak) membuat lahan menjadi terasa tidak terlalu overload dengan banyaknya jumlah penghuni. Dengan alasan itu, maka kami merencanakan rumah ini dengan konsep townhouse.

Pengertian townhouse yang kami tekankan disini adalah pada perencanaan luas ruang-ruang dalam rumah yang pas/cukup dengan kebutuhan penghuni, tidak lebih dan tidak kurang. Lebih tepatnya 'fungsional, efektif, dan efisien'. Konsep townhouse semakin kuat karena posisi site berada di kota surabaya, dan penghuni yang kegiatan utamanya berada di luar rumah. Ayah dan ibu bekerja di luar, sedangkan anak sekolah. Sehingga kegiatan keluarga di rumah hanya pada waktu malam dan pagi sebelum jam kantor.



Pada denah lantai satu, karena keterbatasan lahan, maka ruang publik berupa ruang tamu digabungkan dengan teras di depan rumah dan menghadap taman berupa dinding tanaman rambat. Maka bila ada tamu yang tidak ada hubungan keluarga atau bukan teman dekat, maka cukup di terima di teras saja. Sedangkan bila tamu adalah keluarga atau teman dekat, maka bisa diterima di dalam rumah di ruang keluarga.

Untuk Masuk ke dalam rumah ada dua akses pintu, yaitu dari teras depan (sebagai pintu utama) dan dari carport (sebagai pintu samping). Di dalam rumah ada ruang keluarga dan pantry (digabung ruang makan) sebagai zona semi publik dan kamar mandi di belakang sebagai zona privat. Taman belakang rumah bertujuan untuk sirkulasi udara segar dan pencahayaan alami, dan juga sebagai 'visual pleasing'. Jadi, taman bukan lah sebuah ruang sisa, tetapi ruang yang ada maksud dan tujuannya untuk menunjang kesehatan penghuninya. Hal ini penting untuk ditekankan karena bukan berarti taman dan bukaan harus dihilangkan hanya karena sempitnya lahan. Salah satu prinsip rumah lahan sempit adalah bukaan untuk udara dan cahaya alami harus tetap ada meskipun itu sedikit.

Sedangkan pada lantai dua adalah zona privat berupa dua kamar, musholla, dan void. Void berfungsi (1) untuk aliran udara dari lantai bawah ke atas agar tidak panas, (2) Agar penghuni di lantai 1 dan 2 bisa saling berkomunikasi, (3) Agar lantai 1 terasa lapang dengan tingginya plafon di void.

Untuk fasad rumah, menggunakan tema tekstur kayu sebagai point interest utama, dan didukung oleh finishing plester kamprat dan cat putih. Dan bentuk kotak pada bagian mushola yang difinish tekstur kayu bertujuan sebagai kesan 'wow' dan pusat perhatian bagi fasad rumah.



--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

March 22, 2016

Rumah Kos Ibu Fulana - Surabaya


Project : Rumah Kos Ibu Fulana
Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Luas lahan : 1500 m2
Tahun : 2013

Rumah kos ini berada di sekitar area kampus dengan lahan berukuran 15x10m. Ketika proses perencanaan, pihak owner belum tahu apakah kos ini akan diperuntukkan untuk kos cowok atau cewek. Maka untuk mengantisipasi hal itu, kami merencanakan pembagian ruang yang cocok untuk penghuni laki-laki dan perempuan dengan cara membagi zona publik dan privat secara jelas.

Zona publik berupa ruang tamu (untuk menerima tamu lawan jenis) berada di area depan dengan memberi pembatas pandangan ke zona yang lebih ke belakang bisa berupa gorden atau pintu. Kemudian di area tengah adalah zona semipublik berupa tempat belajar bersama, pantry, ruang makan, dan musholla. Area tengah ini adalah pusat rumah yang berfungsi sebagai tempat berkumpul para penghuni kos. Dengan demikian, akan ada interaksi antar penghuni kos sehingga mereka bisa saling mengenal satu sama lain dan bisa tumbuh rasa kebersamaan di antara mereka. Berbeda dengan banyak kos-kosan masa kini yang lebih banyak berdesain seperti hotel yang segala aktivis berada di dalam kamar. Hal ini tentu akan semakin menumbuhkan sifat individualistik.

Taman di tengah rumah berfungsi untuk memasukkan penghawaan segar dan pencahayaan alami ke dalam rumah. Selain itu juga berfungsi sebagai pemisah zona semipublik dan privat yang berupa kamar-kamar penghuni kos.


Untuk tampilan fasad sendiri, secara khusus owner meminta atap bentuk limas yang dimainkan seperti joglo. Maka untuk menserasikannya, untuk finishing kami menggunakan material berupa bata ekspos, kayu, dan warna serta terkstur asli acian semen. Bentuk dasar grid kotak-kotak juga untuk penetralan bentuk lengkung pada list plank. List plank nya sendiri berbentuk melengkung untuk menguatkan bentuk atap dan sebagai point of interest.



--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net

Ruko Bapak Amrozi - Tuban


Project : Rumah Toko Bapak Amrozi
Lokasi : Tuban, Jawa Timur
Luas lahan : 66 m2
Tahun : 2012

Rumah toko berdiri di tanah berukuran 16,5x4m. Untuk kebutuhan ruang, owner meminta desain seperti standar ruko pada umumnya dengan denah sebagian besar adalah area ruang kosong fleksibel yang bisa dipakai untuk tempat usaha. Gudang dan kamar mandi ditempatkan di bawah, sedangkan lantai dua hanya ruang kosong dengan teras di depan. Secara khusus, kami tambahkan taman di belakang dan void di lantai dua yang bertujuan untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Secara khusus juga, owner meminta warna fasad yang mencolok karena beliau ingin rukonya bisa cepat menjadi perhatian pengguna jalan yang lewat. Sedangkan untuk desain bentuk fasad lantai dua, karena ruko menghadap ke arah barat, maka kami memakai secondary skin untuk menyaring cahaya dan panasnya matahari pada siang dan sore hari. Secondary skin berupa kisi-kisi besi dan permainan partisi gypsum yang dimiringkan sehingga bisa bertindak sebagai point of interest bangunan.



--------------------------------------
Desain rumah? Bina Rumah Architect | Telp & wa 0857 3150 2020 | www.binarumah.net